Rabu, 27 Februari 2013

Pengertian Pelumas

Pelumas adalah zat kimia, yang umumnya cairan, yang diberikan di antara dua benda bergerak untuk mengurangi gaya gesek. Zat ini merupakan fraksi hasil destilasi minyak bumi yang memiliki suhu 105-135 derajat celcius. Pelumas berfungsi sebagai lapisan pelindung yang memisahkan dua permukaan yang berhubungan. Umumnya pelumas terdiri dari 90% minyak dasar dan 10% zat tambahan. Salah satu penggunaan pelumas paling utama adalah oli mesin yang dipakai pada mesin Pembakaran dalam.

A. Fungsi dan tujuan pelumasan
Pada berbagai jenis mesin dan peralatan yang sedang bergerak, akan terjadi peristiwa pergesekan antara logam. Oleh karena itu akan terjadi peristiwa pelepasan partikel partikel dari pergesekan tersebut. Keadaan dimana logam melepaskan partikel disebut aus atau keausan. Untuk mencegah atau mengurangi keausan yang lebih parah yaitu memperlancar kerja mesin dan memperpanjang usia dari mesin dan peralatan itu sendiri, maka bagian bagian logam dan peralatan yang mengalami gesekan tersebut diberi perlindungan ekstra.
1. Tugas pokok pelumas
Pada dasarnya yang menjadi tugas pokok pelumas adalah mencegah atau mengurangi keausan sebagai akibat dari kontak langsung antara permukaan logam yang satu dengan permukaan logam lain terus menerus bergerak. Selain keausan dapat dikurangi, permukaan logam yang terlumasi akan mengurangi besar tenaga yang diperlukan akibat terserap gesekan, dan panas yang ditimbulkan oleh gesekan akan berkurang.
2. Tugas tambahan pelumas
Selain mempunyai tugas pokok, pelumas juga berfungsi sebagai penghantar panas. Pada mesin mesin dengan kecepatan putaran tinggi, panas akan timbul pada bantalan bantalan sebagai akibat dari adanya gesekan yang banyak. Dalam hal ini pelumas berfungsi sebagai penghantar panas dari bantalan untuk mencegah peningkatan temperatur atau suhu mesin.
Suhu yang tinggi akan merusak daya lumas. Apabila daya lumas berkurang, maka maka gesekan akan bertambah dan selanjutnya panas yang timbul akan semakin banyak sehingga suhu terus bertambah. Akibatnya pada bantalan bantalan tersebut akan terjadi kemacetan yang secara otomatis mesin akan berhenti secara mendadak. Oleh karena itu, mesin mesin dengan kecepatan tinggi digunakan pelumas yang titik cairnya tinggi, sehingga walaupun pada suhu yang tinggi pelumas tersebut tetap stabil dan dapat melakukan pelumasan dengan baik.
B. Jenis jenis pelumas
Terdapat berbagai jenis minyak pelumas. Jenis jenis minyak pelumas dapat dibedakan penggolongannya berdasarkan bahan dasar (base oil), bentuk fisik, dan tujuan penggunaan.
1. Dilihat dari bentuk fisiknya :
a. Minyak pelumas b. Gemuk pelumas c. Cairan pelumas
2. Dilihat dari bahan dasarnya :
a. Pelumas dari bahan nabati b. Pelumas dari bahan hewani c. Pelumas sintetis
3. Dilihat dari penggunaannya :
a. Pelumas kendaraan b. Pelumas industri c. Pelumas perkapalan d. Pelumas penerbangan
4. Dilihat dari pengaturannya :
i. Pelumas kendaraan bermotor :
1. Minyak pelumas motor kendaraan baik motor bensin / Diesel 2. Minyak pelumas untuk transmisi 3. Automatic transmission fluid & hydraulic fluid
ii. Pelumas motor diesel untuk industri :
1. Motor diesel berputar cepat 2. Motor diesel berputar sedang 3. Motor diesel berputar lambat
iii. Pelumas untuk motor mesin 2 langkah :
1. Untuk kendaraan bermotor 2. Untuk perahu motor 3. Lain lain ( gergaji mesin, mesin pemotong rumput )
iv. Pelumas khusus
Jenis pelumas ini banyak ragamnya yang penggunaannya sangat spesifik untuk setiap jenis, di antaranya adalah untuk senjata api, mesin mobil balap, peredam kejut, pelumas rem, pelumas anti karat, dan lain-lain.
C. Penggunaan pelumas
Untuk memperoleh hasil yang maksimal atau memuaskan di dalam sistem pelumasan ini maka mutlak diperlukan adanya selektifitas penggunaan pelumas itu sendiri, yaitu menentukan jenis pelumas yang tepat untuk mesin dan peralatan yang akan dilumasi. Hal ini untuk mencegah salah pilih dari pelumas yang akan dipakai yang dapat berakibat fatal.
1. Hal hal yang perlu diperhatikan :
a. Rekomendasi pabrik pembuat mesin
Biasanya pabrik pembuat mesin seperti pabrik kendaraan bermotor dan pabrik mesin mesin industri memberi petunjuk jenis pelumas yang direkomendasikan untuk digunakan. Petunjuk ini sangat terperinci sedemikian rupa bagi pelumasan masing masing bagian dalam jangka waktu tertentu.
b. Bahan bakar yang digunakan
Dalam hal ini yang perlu diperhatikan adalah bahwa pelumasan untuk mesin dengan bahan bakar bensin berbeda dengan pelumasan untuk mesin berbahan bakar solar atau gas.Apabila tidak ada ketentuan ukuran atau aturan penggunaan pelumas oleh pembuat mesin, maka anjuran dalam penggunaan pelumas biasanya dilaksanakan oleh para teknisi pabrik dengan melihat pada :
- Data teknis dari mesin - Pengetahuan tentang pelumasan dari para teknisi - Pengalaman dari para teknisi
c. Perkembangan teknis pelumas
Hasil kemajuan yang dicapai di bidang pelumas ini, pada dasarnya adalah hasil kerjasama antara pabrik pembuat mesin, pembuat pelumas, dan pembuat bahan bahan tambahan ( additif ). Walaupun terdapat beragam pelumas berkualitas tinggi, namun pada intinya yang menentukan mutu dan daya guna suatu pelumas terdiri dari 3 faktor :
1. Bahan dasar ( based oil ). 2. Teknik dan pengolahan bahan dasar dalam pembuatan pelumas. 3. Bahan bahan additif yang digunakan atau dicampurkan kedalam bahan dasar untuk mengembangkan sifat tertentu guna tujuan tertentu.
Sebenarnya base oil mempunyai segala kemampuan dasar yang dibutuhkan dalam pelumasan. Tanpa aditifpun, sebenarnya minyak dasar sudah mampu menjalankan tugas-tugas pelumasan. Namun unjuk kerjanya belum begitu sempurna dan tidak dapat digunakan dalam waktu lama.
ISTILAH-ISTILAH PADA MINYAK PELUMAS
Istilah-istilah teknis tentang minyak pelumas sering dianggap remeh, padahal dengan mengatahui istilah-istilah yang ada pada pelumas, maka kita akan tahu persis baik tidaknya atau tepat tidaknya penggunaan suatu pelumas :
1. Viscosity; adalah kekentalan suatu minyak pelumas yang merupakan ukuran kecepatan bergerak atau daya tolak suatu pelumas untuk mengalir. Pada temperatur normal, pelumas dengan viscosity rendah akan cepat mengalir dibandingkan pelumas dengan viscosity tinggi. Biasanya untuk kondisi operasi yang ringan, pelumas dengan viscosity rendah yang diajurkan untuk digunakan, sedangkan pada kondisi operasi tinggi dianjurkan menggunakan pelumas dengan viscosity tinggi
2. Viscosity Index (Indeks viskositas); merupakan kecepatan perubahan kekentalan suatu pelumas ddikarenakan adanay perubahan temperatur. Makin tinggi VI suatu pelumas, maka akan semakin kecil terjadinya perubahan kekentalan minyak pelumas meskinpun terjadi perubahan temperatur. Pelumas biasa dapat memiliki VI sekitar 100, sedang yang premium dapat mencapai 130, untuk sithetis dapat mencapai 250.
3. Flash point; titik nyala suatu pelumas adalah menunjukkan temperatur kerja suatu pelumas dimana pada kondisi temperatur tsb akan dikeluarkan uap air yang cukup untuk membentuk campuran yang mudah terbakar dengan udara.
4. Fire point; adalah menunjukkan pada titik temperatur dimana pelumas akan dan terus menyala sekurang-kurangnya selama 5 detik.
5. Pour point; merupakan titik tempratur dimana suatu pelumas akan berhenti engalir dengan leluasa.
6. Cloud point; keadaan dimana pada temperatur tertentu maka lilin yang larut di dalam minyak pelumas akan mulai membeku..
7. Aniline point; merupakan pentunjuk bahwa minyak pelumas tertentu sesuai sifat-sifatnya dengan sifat-sifat karet yang digunakan sebagai seal dan slang. Hal ini ditetapkan sebagai temperatur dimana volume yang sama atau seimbang dari minyak pelumas adan aniline dapat dicampur
8. Neutralisation Number or Acidity; merupakan ukuran dari alkali yang diperlukan untuk menetralisir suatu minyak Makin tinggi angka netralissasi maka akan semakin banyak asam yang ada. Minyak yang masih baru tidak mengandung asam bebas dan acidity numbernya dapat kurang atau sama dengan 0,1. Sedangkan pelumas bekas, akan mengandung acidity number yang lebih tinggi.
9. Ash; Apabila pelumas habis terbakar maka akan terbentuk abu (ash) atau abu sulfat. Hal ini berhubungan dengan pengukuran kemurnian suatu pelumas. (dari berbagai sumber : by irf/lumasmultisarana/2010)

( sumber : wikipedia )

Rabu, 13 Februari 2013

Pengertian Pneumatik ( Pneumatic )


Pneumatik merupakan teori atau pengetahuan tentang udara yang bergerak, keadaan-keadaan keseimbangan udara dan syarat-syarat keseimbang-an. Orang pertama yang dikenal dengan pasti telah menggunakan alat pneumatik adalah orang Yunani bernama Ktesibio. Dengan demikian istilah pneumatik berasal dari Yunani kuno yaitu pneuma yang artinya hembusan (tiupan). Bahkan dari ilmu filsafat atau secara philosophi istilah pneuma dapat diartikan sebagai nyawa. Dengan kata lain pneumatik berarti mempelajari tentang gerakan angin (udara) yang dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan tenaga dan kecepatan.


Gambar 2.1 Pneumatic Sircuit

Pneumatik merupakan cabang teoritis aliran atau mekanika fluida dan tidak hanya meliputi penelitian aliran-aliran udara melalui suatu sistem saluran, yang terdiri atas pipa-pipa, selang-selang, gawai (device) dan sebagainya, tetapi juga aksi dan penggunaan udara mampat. Udara yang dimampatkan adalah udara yang diambil dari udara lingkungan yang kemudian ditiupkan secara paksa ke dalam tempat yang ukurannya relatif kecil.
Pneumatik dalam pelaksanaan teknik udara mampat dalam industri (khususnya dalam teknik mesin) merupakan ilmu pengetahuan dari semua proses mekanis dimana udara memindahkan suatu gaya atau suatu gerakan. Dalam pengertian yang lebih sempit pneumatik dapat diartikan sebagai teknik udara mampat (compressed air technology). Sedangkan dalam pengertian teknik pneumatik meliputi : alat-alat penggerakan, pengukuran, pengaturan, pengendalian, penghubungan dan perentangan yang meminjam gaya dan penggeraknya dari udara mampat. Dalam penggunaan sistem pneumatik semuanya menggunakan udara sebagai fluida kerja dalam arti udara mampat sebagai pendukung, pengangkut, dan pemberi tenaga.
Adapun ciri-ciri dari para perangkat sistem pneumatik yang tidak dipunyai oleh sistem alat yang lain, adalah sebagai berikut :
1)   Sistem pengempaan, yaitu udara disedot atau diisap dari atmosphere kemudian dimampatkan (dikompresi) sampai batas tekanan kerja tertentu (sesuai dengan yang diinginkan).Dimana selama terjadinya kompresi ini suhu udara menjadi naik.
2)   Pendinginan dan penyimpanan, yaitu udara hasil kempaan yang naik suhunya harus didinginkan dan disimpan dalam keadaan bertekanan sampai ke obyek yang diperlukan.
3)   Ekspansi (pengembangan), yaitu udara diperbolehkan untuk berekspansi dan melakukan kerja ketika diperlukan.
4)   Pembuangan, yaitu udara hasil ekspansi kemudian dibebaskan lagi ke atmosphere (dibuang).
Semua sistem yang menggunakan tenaga yang disimpan dalam bentuk udara yang dimampatkan untuk menghasilkan suatu kerja disebut dengan sistem pneumatik. Dalam penerapannya, sistem pneumatik banyak digunakan sebagai sistem automasi. Dalam kaitannya dengan bidang kontrol, pemakaian sistem pneumatik sampai saat ini dapat dijumpai pada berbagai industri seperti pertambangan, perkeretaapian, konstruksi, manufacturing, robot dan lain-lain. Tenaga fluida adalah istilah yang mencakup pembangkitan, kendali dan aplikasi dari fluida bertekanan yang digunakan untuk memberikan gerak.
Berdasarkan fluida yang digunakan tenaga fluida dibagi menjadi pneumatik, yang menggunakan udara serta hidrolik yang menggunakan cairan. Dasar dari aktuator tenaga fluida adalah bahwa fluida mempunyai tekanan yang sama ke segala arah. Pada dasarnya sistem pneumatik dan hidrolik tidaklah jauh berbeda. Pembeda utama keduanya adalah sifat fluida kerja yang digunakan. Cairan adalah fluida yang tidak dapat ditekan(incompresible fluid) sedangkan udara adalah fluida yang dapat terkompresi (compressible fluid).
Pada umumnya pneumtik menggunakan aliran udara yang terjadi karena perbedaaan tekanan udara pada suatu tempat ke tempat lainnya. Untuk keperluan industri, aliran udara diperoleh dengan memampatkan udara atmosfer sampai tekanan tertentu dengan kompressor pada suatu tabung dan menyalurkannya kembali ke udara bebas. Jenis kompressor terdiri dari dua kelompok antara lain :
1)   Kompressor torak yang bekerja dengan prinsip pemindahan yaitu udara dimampatkan dengan mengisikannya ke dalam suatu ruangan kemudian mengurangi sis pada ruangan tersebut.
2)   Kompressor aliran yang bekerja dengan prinsip aliran udara yaitu dengan menyedot udara masuk ke dalam pada satu sisi dan memampatkannya dengan percepatan massa (turbin). Kompressor aliran meliputi kompressor aliran radial dan kompressor aliran aksial.
Udara sebagai fluida kerja pada sistem pneumatik memilik karakteristik khusus antara lain :
1)   Jumlah udara tidak terbatas
2)   Transfer udara relatif mudah dilakukan
3)      Dapat dimampatkan
4)      Mencari tekanan yang lebih rendah
5)      Memberi tekanan yang sama ke segala arah
6)      Tidak mempunyai bentuk tetap (selalu menyesuaikan dengan bentuk yang ditempatinya)
7)      Mengandung kadar air
8)      Tidak sensitive terhadap suhu
9)      Tahan ledakan
10)  Kebersihan
11)  Kesederhanaan konstruksi
12)  Kecepatan
13) Keamanan

Jumat, 04 Januari 2013

TIPS VESPA : Ban Vespa Bocor Bisa Diisi KainTapi Hanya Sementara

Dulu, keistimewaan Vespa ada di ban serepnya. Jika polisi nilang, bakal nanyain kelengkapan utama, ban serep. Kini jarang  skutermania melengkapi  motornya dengan ban cadangan itu.

Masalahnya bukan soal pemeriksaan. Kalau bocor, bakal barabe! Seperti yang diceritakan Handaru Ridqian Oktantio, anggota DFIS Purwakarta. Sedang tuirng tiba-tiba ban belakang kempes. Rombongan enggak ada yang bawa ban serep, apesnya tengah malam. Di daerah Leuweung Tiis, Sumedang, Jawa Barat. Jarang ada penduduknya.

Sempat cari tukang tambal ban, tapi enggak ada. “Kumpulkan semua lap bekas dan baju kotor yang dibawa,” seru Edi Sarwono, sesepuh DFIS Purwakarta. Pertama, tukar posisi ban belakang dengan ban depan. Ban yang bocor pasang di depan. Karena didepan bebannya lebih ringan.

Bongkar ban yang bocor sambil melihat separah apa bocornya. Kemudian keluarkan ban dalamnya. Lalu kain kotor dan lap bekas dimasukkan kedalam ban sebagai pengganti ban dalam. Kain dilipat membentuk bulatan seperti batu, satu persatu dimasukan ke dalam ban luar sampai benar-benar padat.

Lalu pasang pelek, usahakan baju kotor dan lap bekas itu tidak kejepit pelek. Usahakan si pengendara motor tersebut waspada karena pada saat pertama kali dipakai, jarak sekitar 100-200 meter ban tersebut bakal goyang. Tapi, lama kelamaan kain yang berada didalam ban tersebut akan menyesuaikan sendiri seiring dengan putaran ban.

Walaupun kondisi ban seperti itu, jarak tempuhnya bisa kuat sampai 20 km. Tapi, ini hanya sementara, bukan dipakai harian. Kecepatannya pun disesuaikan, kira-kira 30-40 km/jam. Saat nikung juga jangan diajak rebah. Pelan-pelan aja bro.. 
SUMBER : (motorplus-online.com)

Bikin Kinclong Karburator, Modal Sabun dan Aki Zuur

Tidak ada salahnya menjaga kebersihan permukaan luar karburator. Apalagi, sebenarnya ada teknik mudah dan enggak butuh waktu lama buat membersihkannya. Cuma modal sabun cream alias sabun colek buat cuci baju dan air aki zuur saja.

“Pakai dua bahan itu sudah cukup bikin kinclong kok. Soalnya kalau permukaan luar karburator kotor, kesannya motor enggak pernah diservis,” bilang Ismail dari Si Mbah Jaya Motor (SJM) di Jl. Cigalagah, No. 35, Pasar Kurucuk, Karamatmulya, Kuningan, Jawa Barat.

Ismail yang juga seorang pembalap ini, coba kasih panduan. Selain kedua bahan yang sudah disebut di atas, sobat juga butuh wadah buat merendam karbu. Lalu, sikat gigi bekas atau kuas cat yang berukuran kecil buat menggosok hingga ke permukaan-permukaan terdalam.

Setelah bahan dan perlengkapan disiapkan, kini campurkan air aki zuur dan sabun colek secukupnya ke dalam wadah. Misalnya, setengah botol air aki zuur dan tiga hingga empat sendok teh sabun colek. Setelah itu, aduk keduanya hingga campuran merata. Jangan diminum ya.

Selanjutnya, buka karburator dari intake dan lepaskan seluruh part yang ada di karbu. “Jangan lupa komponen karet, plastik dan spuyer di dalam karburator harus dilepas agar tidak rusak oleh air zuur,” wanti si Mbah Mail, panggilan keren Ismail.

Usai semua part terlepas, kini rendam kedua (bagian atas karbu dan mangkok) ke cairan campuran yang sudah disiapkan tadi. Sembari direndam, baiknya perlahan diaduk juga. Sehingga cairan bisa masuk atau mengenai bagian yang sulit dijangkau.

Tak butuh waktu lama, proses perendamannya. “Hanya sekitar 2–3 menit saja sudah cukup kok. Apalagi kalau karbu itu enggak kotor-kotor banget. Setelah diangkat, gosok karbu pakai sikat atau kuas," kata si Mbah lagi.
Perhatikan
Karena air zuur mengandung H2SO4 (asam sulfat), jadi waspada agar jangan terkena kulit. Bila terkena kulit bisa-bisa tangannya gatel-gatel. Jadi hati-hati deh dalam pengerjaan nya.

Oh ya! Jika dirasa permukaan luar karbu masih kurang bersih, proses ini bisa diulang lagi ya. Pokoknya sampai taraf kinclong yang diinginkan.

Usai membersihkan permukaan luar, sekalian membersihkan bagian dalam karbu. Tapi jangan pake air zuur dan sabun. Seperti peranti macam pilot-jet dan main-jet bahkan botol skep juga. Bersihkannya bisa pakai bensin. Lalu, keringkan pakai angin kompresor agar bersih dari air dan partikel debu.

Servis Karbu Nggak Perlu Bongkar, Ini Langkahnya!


Membersihkan karburator termasuk rangkaian servis ringan sepeda motor. Namun beberapa mekanik bilang, komponen vital ini tak harus dibongkar. Selain karena masalah ini, servis karbu cukup setel setingan anginnya. Kecuali jika masalahnya sudah berat dan sudah lama tidak dibongkar.

Kenapa bisa seperti itu, sering bongkar karbu bisa bikin derat baut-baut rusak bahkan dol. Selain itu, karet sil jadi cepat longgar. Jika ada kejadian parah, seperti kemasukan kotoran debu atau air, seting karbu itu enggak cepat berubah. Kecuali jika diutak-atik sembarangan.

Nah, biar perawatan karbu mudah, murah dan prosesnya enggak makan waktu dan tenaga, berikut ini langkah-langkahnya. Apalagi kalau bisa dikerjakan sendiri.

Pertama, kalau masih pakai filter bensin antara tangki dengan karbu rajinlah untuk pengecekan. Jika kotor, bersihkan atau ganti. Lalu tanpa filter bensin, rajin buang bensin di mangkuk karbu dua atau 3 minggu sekali. Atau tiap isi bensin penuh. Caranya, tinggal kendurkan baut pembuangan di mangkuk.

Langkah kedua, bersihkan saluran udara di congor karbu dengan cairan pembersih. Caranya dengan melepas karet penyambung karbu dengan box filter, lalu semprot semua lubangnya sambil hidupkan mesin. Dijamin semua kotoran akan hilang dari filter udara.

Beres kan.  (motorplus-online.com)

Cara Memilih Ban, Perhatikan Cara Menyimpannya!


Kebutuhan pokok motor selain bensin dan alat pendukung lainnya adalah ban. Bayangkan bila ban sudah mulai habis terkikis alias botak layaknya kepala tanpa rambut kepunyaan pak Ogah. Tentu kita harus segera menggantinya, agar enggak terjadi kecelakaan yang pasti semua bilang amit-amit.

Memilih ban harus disamakan seperti kita memilih pacar ketika PDKT (pendekatan). Supaya ban yang kita pilih kualitasnya masih bagus dan layak pakai. Pemilihan ban yang baik, bukan hanya dilihat dari brand alias merek yang tertera di ban tersebut.

“Pemilihan ban yang baik, salah satunya dari cara si penjual menyimpan ban tersebut,” kata Condro, pemilik bengkel sekaligus toko variasi KMS yang terletak di Jl. Raya Panjang No. 20, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Pasalnya salah memperlakukan dan menyimpan ban yang sembarangan bakal merusak ban. “Ada beberapa kebiasaan jelek dilakukan para pedagang. Mungkin belum tahu cara menyimpan ban yang baik itu seperti apa,” tambah pria yang memaparkan sebab-akibat dan cara menyimpan ban yang benar.

Misalnya menumpuk ban berlebihan. Sering ditemui menyimpan ban dengan cara ditumpuk terlalu banyak dan disimpan di atas lantai begitu saja. Hal ini bisa memberikan tekanan lebih terhadap ban satu dengan ban yang lain, sehingga karet dan rajutan besi yang terdapat di dalam ban bisa berubah dan bila dipasangkan ban enggak akan center. Suhu dingin yang diterima pada tumpukan ban pertama, bisa merusak struktur karet bannya.

Lainnya menyimpan ban di bawah terik matahari. Kebiasaan promosi yang salah adalah menyimpan ban di luar di bawah terik matahari. Paparan cahaya matahari, sangat berpengaruh terhadap keelastisan karet ban.Pasalnya cahaya matahari bisa bikin karet jadi lebih keras. “Fatalnya, bila ban yang sudah terkena cahaya matahari terlalu lama, bila digunakan akan licin karena karet jadi keras sehingga traksi yang terjadi menjadi minim.

Cara menyimpan ban yang benar, yaitu dengan cara dibariskan di tempat yang khusus dibuat untuk pajangan ban. Berada di dalam ruangan dan jauh dengan dinginnya lantai. Sehingga ban bisa terjaga keawetan karetnya juga kontur penyusun ban.

“Nah, sekarang kan sudah ngerti cara menyimpan ban yang baik. Jadi, kalau beli ban jangan yang terkena sinar matahari langsung dan ditumpuk berlebihan ya,” wanti Condro, yang juga seorang bikers. 
SUMBER : (motorplus-online.com)

Trik Panaskan Motor, Seperti Badan Manusia


Seperti badan manusia, motor juga butuh pemanasan. Ada tahap saatnya badan orang butuh warm up. Tanpa pemanasan pastinya otot-otot dan jantung akan mengalami shock alias kejutan. Terutama setelah bangun tidur, organ tubuh yang mendadak dipaksa langsung bergerak cepat atau angkat berat bisa bermasalah ke depannya. Minimal bisa terjadi kejang otot.

Karena itulah, badan manusia kudu pemanasan setelah tubuh diistirahatkan beberapa jam. “Contoh badan manusia akan mulai tune in bekerja saat pukul 09:00 WIB. Sebelumnya pasti ada tahap pemanasan dulu, seperti ngopi atau baca koran. Begitu juga motor. Memanaskan motor supaya temperatur mesin naik ke suhu ideal,” kata Slamet, Technical Instructure PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Kata Slamet yang juga pernah lama di divisi racing Yamaha Indonesia. Suhu mesin ideal harus mencapai 80 derajat celcius. Untuk mencapai suhu minimal mesin wajib dinyalakan dengan waktu tertentu.

“Saat pagi hari, atau motor sudah didiamkan beberapa jam kondisinya campuran udara akan lebih tinggi. Biar campuran udara dan bensinnya homogen, butuh dipanaskan,” kata Slamet yang berkantor di Yamaha Engineering School (YES), Cempaka Putih, Jakarta Pusat.

Kalau yang dijelaskan Slamet, memanaskan mesin untuk motor harian. Menurutnya warm up motor standar rata-rata 2 menit-3 menit. “Enggak usah digas-gas karena kalau keseringan digas-gas, komponen cepat aus,” urai Slamet.

Bukan cuma di motor harian, motor balapun harus dilakukan pemanasan. “Motor yang panas idealnya tercapai, saat start terasa waktu gas dibuka spontan. Kalau belum mencapai suhu mesin minimal 70 derajat celcius, motor enggak bakalan bisa start cepat,” ulas Adriansyah, tunner ADR Speed, Jakarta Timur.

Tentunya kalau di tunggangan road race, apalagi tim-tim pabrikan, akan bisa dibaca bagaimana kondisi temperatur mesin. Ini bisa dibaca dari data logger yang akan menginfokan suhu mesin saat dihidupkan.

Tapi, bagaimana dengan tunggangan drag alias kuda besi karapan 201 meter? Enggak semua motor balapan lurus punya data logger. Malah, mayoritas tunggangan drag enggak pakai komponen pencatat data mesin.

Apalagi, di balapan lurus alias drag bike, start jadi penentu catatan waktu maksimal. Sedikit aja ada kesalahan ataupun suhu mesin belum mencapai titik minimal, start akan bermasalah. Kalau sudah begitu, mana bisa start diulang kecuali ada faktor kesalahan pencatat waktu.

Berbeda dari road race yang ketinggalan saat start, bisa dikejar di lap-lap selanjutnya. “Tinggal dipegang aja kepala silindernya. Kalau sudah panas, baru deh bisa dipakai,” timpal Sapuan, kiliker senior balapan lurus dari bengkel spesialias balapan lurus RMC Sapuan, Jakarta Timur.

Kalau sudah tahu pentingnya mesin dipanaskan, silakan ngopi dulu! Sruput... 

BUAT BALAP, DIGAS SEPERLUNYA AJA
Sering lihat, kan di paddock kalau motor dipanas kan dengan cara digas berulang-ulang kali? Cara seperti ini enggak langsung main gas. Ada tahapan awal yang mesti lewati.


“Pokoknya biarkan mesin dalam kondisi langsam. Setelah tahu suhunya mau mendekati temperatur minimal, baru digas. Digas-gas supaya aliran olinya menyebar dan naik ke suhu ideal,” kata Malik, tunner tim Yamaha Yamalube TJM, Jakarta.

Malik ngingatin ngegasnya jangan kasar. Waktu tangan memelintir grip gas harus bergerak halus. “Ini menyangkut rangkaian komponennya. Waktu digaskan tetap aja ada gesekan antar komponen. Kalau spontan ngegasnya dan sering, beresiko ada komponen yang rusak. Itu sering kejadian,” tutup Malik.

Itulah aturannya. 

Mau Cari di Sini, Silahkan!