Minggu, 21 Juli 2013

Toyota Hilux Super Ceper untuk Digeber

Surabaya, KompasOtomotif – Pada umumnya, orang memodifikasi pikap diubah dengan gaya off-road, sesuai dengan trahaslinya sebagai kendaraan pekerja. Namun Jati Fernandi, modifikator asal Surabaya, justru sebaliknya. Toyota Hilux 2011 malah dirombak menjadi mobil balap.

Kendati melenceng dari jalur, racikan Jati dengan bantuan  Auto Perfection Surabaya, menjadi salah satu yang terbaik dengan meraih penghargaan "Best Racing Interior" di Djarum Black Autoblacktrough di Surabaya, bulan lalu.

”Prinsip saya, tidak suka dengan sesuatu yang sudah banyak digunakan orang. Aliran racinguntuk pikap jarang sekali. Karena itulah saya memilihnya,"  jelas Jati kepada KompasOtomotif.

Apa yang istimewa dari mobil ini ? Nilai plus yang diberikan juri, kesan pikap telah hilang! Jok, kini  menggunakan Recaro lengkap dengan sabuk pengaman enam titik. Kabin dilengkapi denganrollbar untuk melindung pengemudi dan penumpangCiri balap makin kental dengan penggunaan setir, tuas pemindah gigi dan pedal-pedal buatan Sparco. 

Juga dipanjang alat ukuran lain, yaitu tachometer, autometer, indikaotr temperatur oli mesin, indikator suhu pendingin, voltmeter dan entertainment dengan head unit Clarion. Interior pikap ini makin  menaik dengan gabungan dua warna, abu-abu dan oranye. ”Hilux dengan penampilanracing Indonesia hanya ada dua, salah satunya punya saya,” cerita Jati bangga.

Ceper MentokWajah Hilux ini juga berubah total. Kini, bumper dipasangkan dengan spoiler berbalut warna emas. Lampu utama dipertahankan, tapi disusun ulang dengan bodi dan gril baru.

Di belakang dipasang pula pemecah angin berwarna oranye dan diberi lampu LED di tengah. Sebagian besar bodi didominasi hitam dof, lalu diberi aksentuasi stiker merah sampai belakang. Bak,ditutup dengan jaring-jaring dan ekstra rollbar oranye khas mobil-mobil balap. Pintu kini model gullwing (membuka ke atas). Kaki-kaki dicebolkan sehingga menjadi sangat ceper dan tidak mungkin diajak meluncur di jalan. 

Mesin, hanya saluran permukaan bagian dalam dari saluran isap dan lubang katup dihaluskan agar aliran udara semakin lancar. Kendati performa diklaim makin galak, namun Jati mengaku belum mengetahui peningkatan tenaga mesin. "Pastinya, bias diadu dengans sedan balap," tukasnya! 


Jangan Sekali-kali Meremehkan VW Kombi Ini


Swiss, KompasOtomotif - Fantasi soal taksi ngebut bisa disimak di sekual film Perancis, Taxi, yang juga punya versi garapan Hollywood. Nah, di Swiss, ada pula taksi kencang yang sosoknya cukup bikin gemas lantaran berwujud VW Kombi. Bedanya, ini mobil asli dan benar-benar bisa ngacir.
VW berjulukan "Race-Taxi" garapan Fred Bernhard ini punya tulisan "Porsche" di buritannya. Munculnya tulisan itu bukan tanpa sebab. Tak lain, karena kengototan Fred mencangkokkan mesin Porsche 993 Bi-Turbo (produksi 1995).
VW Transporter
Sayang, upayanya menemui kendala lantaran jantung pacu berkapasitas 3.600 cc yang tiga kali lebih besar dari aslinya, kegedean masuk ke perut VW Kombi T1 (Kombi dengan model kaca depan terpisah, dan punya banyak jendela). Akhirnya, dipilihlah sasis VW T3 pikap (Transporter produksi 1980-an) dan bisa terpasang.
PR lainnya, bagaimana menempelkan bodi VW Kombi tua ke Transporter? Pada akhirnya diputuskan untuk membelah Si Kombi jadi dua supaya pas. Fred lalu menambahkan lempengan sampai hasilnya menjadi VW "Roti Tawar" dengan tambahan lebar 21 cm tepat di bagian tengahnya.
Walau penggarapan makan waktu total empat tahun, Fred pun rapi jali bak penjahit andal dalam menambal sisa ruang yang terbelah. Hasilnya tetap proporsional, terutama di bagian kaca depan.
Supaya tetap terasa seperti taksi, ada empat kursi di dalamnya. Semuanya mengentalkan identitas balap karena keempatnya merupakan jok Recaro yang lengkap dengan sabuk keselamatan empat titik. Posisi jok baris depan agak menjorok ke belakang dengan instrumen kemudi yang sedikit merebah. Lalu melihat ke belakang, terdapat selang bongsor untuk udara masuk ke mesin dengan memanfaatkan kaca paling belakang sebagai lubang.
Desain pintu belakang bawaan khas Kombi T1 (edisi pintu kanan-kiri yang terbagi dua bilah) tetap dipertahankan, sementara velg dan ban menyesuaikan gaya Porsche dengan memasangkan produk BBS Magnesium 8,5/10 x 18 inci pesanan khusus yang mampu menahan beban 800 kg di tiap-tiapnya karena badan VW yang besar, plus ban "slick" Pirelli P Zero. Hasilnya? Sensasional! 

Honda Accord Futuristik Dari Yogyakarta

Surabaya, KompasOtomotif – Sedan cokelat keemasan ini termasuk yang mendapat banyak perhatian dalam kontes modifikasi Accelera Auto Contest di Surabaya, Jawa Timur, beberapa bulan silam. Pasalnya, membuka dan menutup pintu Honda Accord VTi lansiran 2004 ini cukup dengan remote. Uniknya, dua pintu depan bergerak maju mendekati kap mesin, sedang dua pintu belakang bergeser ke arah sebaliknya.
Sejurus kemudian, bagasi "memuntahkan" sound system bak laci yang menganga. Sedangkan kap mesin mendongak ke atas. Semuanya berubah posisi dengan sistem motorized.Penampilannya rapi dengan pengerjaan detail tak sembarangan.

Pantas, bila juri menobatkan sebagai King of Elegant. "Padahal, konsepnya nggak cuma elegan, tapi juga futuristik sekaligus ekstrem. Jadi ada tiga konsep sekaligus dalam satu mobil," jelas Ocky Zio, pemilik mobil yang asli Yogyakarta itu kepada KompasOtomotif . Menurutnya, pengaplikasian konsep futuristik pada pergerakan pintu yang semua elektrikal, termasuk naik-turun suspensi (air-sus) yang membuat mobil bisa dibuat ceper, atau bisa juga standar.
Ekstremnya, justru pada rombakan total bodi. Uniknya, Ocky tak memercayakan mobilnya digarap di bengkel, tapi ia memanggil mekanik dan modifikator andal ke rumah. Semua dikerjakan atas pengawasannya dan pengerjaan pun tergolong cukup singkat, hanya 11 bulan.

Bagasi HatchbackSoal penampilan, sebenarnya wajah asli Accord masih gampang dikenali melalui lampu depan-belakang yang masih bawaan pabrik. Dimensinya juga cenderung sama, hanya Ocky menambahkan body kit kustom untuk membuatnya semakin seksi.

Tapi jika diamati, ubahan mendasar dilakukan pada buritan. Tutup bagasi menyatu dengan pilar "C", sehingga ketika dibuka kacanya ikut terangkat. "Biar kayak Celica gitu. Pengin memodifikasi Celica sih, cuma duitnya kurang. Tapi setelah modifikasi jalan, eh malah lebih mahal ketimbang beli Celica," beber Ocky.

Paling susah justru kaki-kaki. Bapak satu anak ini bilang, semua ban dipasang presisi meski menggunakan pelek 22 inci. Karena menggunakan suspensi udara, fender pun bikin baru. Badan membengkak dengan teknik wide body, lebarnya tujuh jari di depan dan empat jari di belakang. 

Interior Mewah
Kemewahan semakin terasa ketika menengok kabin. Pemilihan motif jok, lapisan pintu, dashboard, dan atap dengan nuansa kotak-kotak cokelat-krem cukup pintar membangun suasana nyaman. Dengan motif ini, tukang jok dibuat sulit karena harus menganyam lapisan kulit satu persatu bagian. Beberapa monitor tertancap, seperti pada dashboard dan sandaran kepala jok depan.


Ocky lantas menambahkan mini bar di jok baris kedua dengan memberikan banyak tempat menyimpan botol minuman serta gelas, terutama di tengah-tengah penumpang. Lalu, semuanya dikombinasikan dengan perangkat audi lengap yang terpasang pada bagian belakang.

Mesin menjadi sentuhan terakhirnya dengan penambahan berbagai peranti HKS, mulai filter, turbo, dan pendongkrak tenaga lainnya. Dengan tampang seperti ini, Rp 300 juta lebih harus keluar dari kantong pribadi Ocky. ”Tapi saya puas, dan itu memang yang dicari modifikator,” tuturnya.

Monster Kalajengking Milik Pengusaha Tas


Jakarta, KompasOtomotif – Sebenarnya sulit mengidentifikasi sepeda motor ini jika belum diintip detail. Mesin sudah ditutupi pelindung. Bodi apalagi, tak ada sisa sebagai ciri. Tambahan, pipa tubular model teralis malah bikin orang semakin bingung.

Setelah KompasOtomotif berbincang dengan modifikatornya, Ariawan Wijaya dari Baru Motorsport (BMS), barulah diketahui kalau si hitam dof berwajah garang itu Yamaha Scorpio 2009 yang baru saja melakukan face-off alias operasi rombak wajah.

"Pemiliknya nggak mau tanggung. Semua dirombak agar lebih gahar tapi tetap simpel untuk pemakaian harian. Acuannya sih, Ducati Monster. Makanya, ada rangka model teralis berwana merah itu. Sebenarnya (sepeda motor) ini sudah pernah dimodifikasi di Bandung, cuma dia (pemiliknya) belum puas," ucap Ari.

Teralis
Jangan lantas membayangkan tampilan Ducati Monster betulan. Aldi, pemilik sepeda motor yang juga pengusaha tas dari Bandung, hanya ingin rombakan totalnya mempunyai salah satu ciri khasnya, yakni rangka tubular model teralis.

Dengan permintaan itu, Ari membuatkan rangka teralis kustom dari pipa tubular di kanan-kiri, persis di bawah tangki. Ujung pipa bagian belakang disambung dengan sub-frame untuk mendapat kekuatan. Rangka aslinya tetap dipertahankan, ditutup dengan pelindung mesin yang terbuat dari fiber.

Bodi juga dibikin ulang, mulai tangki, buritan, single seat, dan spakbor depan-belakang. Warna hitam dof dipilih untuk mewakili kesan garang, mengiringi warna merah yang sudah gagah terpasang sebagai teralis. Tak ada warna lain.

Limbah Moge
Suspensi depan tampak cungkring diganti yang lebih kokoh memakai limbahan Suzuki Bandit 400 plus kaliper rem. Namun, master rem dikanibal dengan milik Kawasaki Er6n yang desainnya lebih sporty. Sedangkan kaki belakang menggunakan lengan ayun tunggal kustom BMS. Tampak gambot karena pelek mobil 17 inci yang dikustom lubang baut sehingga bisa dipakai untuk sepeda motor. Lantas dibalut ban Ban Brigestone Battlax BT043 130/55 di depan dan 180/55 di belakang.

Mempertegasnya, lampu asli dicopot dan mengadopsi kepunyaan Yamaha Byson. Tapi, jeroan menggunakan lampu model proyektor, sehingga tampak depan kesannya galak dengan mata satu yang menyorot tajam. Panel speedometer diganti yang lebih sporty, mencomot merek Koso RX2N.

Terakhir, saluran gas buang menggunakan Two Brothers Limited Edition bersuara garang tapi berwibawa dan tak memekakkan telinga.

Ini Bikin Sepeda Motor ”Drift”

Albuquerque, KompasOtomotif – Masih penasaran dengan sepeda motor drift? Anda tidak sendirian. Jutaan orang di dunia juga gatal ingin tahu aksi ngesot pakai kendaraan roda dua. Buktinya, video Motorcycle VS Car Drift Battle dalam Drift I dan II—diunggah diYoutube—ditonton masing-masing 13 dan 16 juta orang. Sedangkan Drift III yang dibahas KompasOtomotif (8/7) lalu kini sudah mendekati 1 jutaviewers, padahal baru diunggah seminggu!
 
Paling bikin penasaran memang duel ngesot antara mobil dan sepeda motor. Tapi yang menarik dilirik juga, modifikasi pada sepeda motor, karena jarang dilakukan. Untuk itu, Ernie ‘E-Dub’ Vigil and Nick ‘Apex’ Brocha, sang bintang yang menunggangi duet sepeda motor bertenaga besar dalam video menjelaskan spesifikasi.
 
Tunggangan yang dibejek di Drift III adalah Triumph Daytona 675R. Alasan pemilihan model ini karena bobotnya ringan, suspensi jempolan, dan rem efektif. Ada dua Daytona dalam video, hijau serta merah. Keduanya menggunakan lengan ayun Myrtle West yang lebih panjang 4-6 inci dari versi standar.
 
"Semakin pendek jarak sumbu roda, semakin banyak koreksi pada ban belakang kalau dipakai menyerosot. Kami akan lebih mudah mendapatkan ayunan drift dengan lengan ayun lebih panjang. Efek tambahannya,ketika ban kembali lurus dari posisi miring (menyerosot) dan memberikan daya dorong ke depan, membuat kita ingin menambah kecepatan," ujar Ernie.
 
Tambah Turbo
Satu-satunya masalah yang dialami adalah cengkeraman terlalu kuat dari ban, membuat roda susah spin dalam kecepatan 130 kpj. "Solusinya, tambah tenaga! Kami memutuskan pakai peranti turbo Garrett GT2052," Jelas Ernie lagi.
 
Chriss Hukill dari bengkel Fuel Forged di Las Vegas, dibantu Nick Brocha, memasangkan peranti turbo itu sekaligus menginstal pipa dari exhaust manifold ke intercooler. Tidak ada ubahan yang dilakukan pada blok mesin, semua dibiarkan buatan pabrik, termasuk piston. Dengan bahan bakar E85 (Ethanol), ketika di tes di DynoJet tenaganya mencapai 203 PS.
 
Pipa gas buang tak diletakkan di belakang, dibelokkan ke samping kiri menyembul dari fairing. Grafis diganti dengan berbagai sponsor dan motif baru untuk menggambarkan 675 turbo. Dipasang juga indikator kinerja mesin pada setang. 
 
Sebagai kilas balik, kedua pria yang berprofesi sebagai freestyler dan stuntrider profesional itu juga sukses merombak Kawasaki ZX-10 dengan lengan ayun lebih panjang 12 inci di video pertama. Sedangkan dalam video kedua, mereka mengoprek Triumph Speed Triple dengan eksperimen berbeda. Karakter sepeda motor street fighter mengharuskan diberi setelan berbeda. Lengan ayun justru diperpendek, tapi suspensi depan direndahkan. Jika kondisi itu ditambah bobot sepeda motor, ternyata bikin "lemas" dan lincah untuk ngesot.

Scrooser, Otopet dengan Ban Gambot

Dresden, KompasOtomotif – Berawal dari ide untuk membuat kendaraan sederhana jarak dekat tanpa polusi, enam warga negara Jerman menyatukan visi,  menciptakan Scrooser. Kendaraan ini mirip dengan otopet dengan ban gambot. Rangka dibuat dari  aluminium, sedangkan untuk menggerakkannya digunakan motor listrik.  

Seperti otopet, kendaraan ini punya  setang, tuas rem, jok dan pijakan kaki yang  cukup lebar. Kendaraan dirancang pengedara dengan bobot  maksimal 125 kg plus 28 kg barang. Dengan menggunakan ban besar, Scrooser dijamin tetap berdir kendati setang dibelokkan. Sebagai pengaman, disiapkan pula  standar samping.

Untuk memakainya, ada dua cara. Pertama, bila  digunakan untuk berolahraga, harus didorong dengan kaki. Kedua, bila  malas, hidupkan motor listrik yang menghasilkan tenaga 1 kW. Dengan tenaga listrik, Scrooser bisa melaju hsampai 25 kpj dengan jarak tempuh maksimal 55 km. Untuk mengisi ulang baterai, tinggal colok ke stop kontak dengan lama pengisian  dari 1 sampai 3 jam atau tergantung pada tegangan listriknya. 

Dilengkapi dengan dua mode mengendarainya, ECO untuk mengirit baterai dan non-ECO buat berakselerasi. Tersedia tambahan (opsional) LED daytime running light yang menyala sepanjang hari. Di Eropa dijual 3.030 euro atau Rp 39,9 juta.

Ini Kendaraan Pemotong Rumput Tercepat di Dunia

London, KompasOtomotif – Honda Inggris berkolaborasi dengan Team Dynamics (rekanan di British Touring Car Championship-BTCC) berhasil mewujudkan mesin pemotong rumput tercepat di dunia. Namanya Mean Power, menggunakan mesin 996cc V-twin diambil dari Honda VTR1000F Superhawk, sepeda motor super yang beken di Eropa pada era 2000-an.

Dengan mesin itu, kendaraan ini sanggup melesat 0-100 kpj hanya dalam 4 detik dari tenaga 109PS dengan torsi 96Nm. Sedang kecepatan maksimum diklaim tembus 200 kpj, meski dalam praktiknya setelah diujicoba ”hanya” sampai 160 kpj.  Tingkat kebisingan mesin 98 db dalam kondisi idle dan ketika digeber, mencapai 130 db.

Jantung Superhawk juga dipasangkan transmisi enam percepatan disambung dengan paddle shift. Bagian ini tercipta berkat masukan dari juara tiga kali BTCC Matt Neal dan juara bertahan BTCC Gordon ”Flash” Shedden.

Terlepas dari itu, kendaraan dibangun dengan basis dicomot dari traktor Honda HF2620. Sasis bajanya diambil dari Honda ATV 4130, termasuk suspensi dan roda. Pemotong rumput dibuat kustom, dengan dudukan dari fiberglas.

Rumput yang terpotong disimpan di belakang, termasuk tangki bahan bakar, pendingin oli dan radiator sekunder. Peranti lainnya adalah jok sporty yang dibuat kustom, pipa gas buang dan setir Scorpion. Banyak juga peranti-peranti yang dicomot dari ATV dan Superhawk.

Tak cuma cepat, kendaraan ini  juga fungsional, masih berada di ranahnya sebagai kendaraan pekerja. Dua motor listriknya memutar pisau baja 3mm dengan rotasi 4.000 rpm. Kecepatan memotongnya pun sangat cepat, yakni 24 kpj, dua kali lebih cepat ketimbang mesin pemotong rumput regular Honda HF2620.

"Honda sangat percaya pada kolaborasi, menembus batas, dan menciptakan sesuatu yang luar biasa. Proyek ini tidak hanya menyoroti luasnya produk kami, tetapi juga mempromosikan warisan sporty dan mendukung reputasi sebagai perusahaa inovatif. Di luar itu, kami mencintai tantangan!” tegas Kate Saxton, Manager of Corporate Affairs Honda UK.

Mau Cari di Sini, Silahkan!